Marianaramadhani's Blog

Ketika Kehilangan Motivasi

pada Juni 29, 2011

“Aku ingin seperti dia. Dia yang pandai, dia yang aktif, dan dia yang bisa segala hal. Tetapi sepertinya aku tidak bisa menjadi dia. Akukan tidak pandai, aku pasif, dan aku tidak bisa apa-apa. Sudahlah!! Lupakan saja, aku hanyalah orang yang tidak berguna”.

Hanya bisa tersenyum ketika mendengar seorang teman berkata-kata seperti itu. Mahasiswa  sepertinya harus dituntut untuk bisa dalam segala hal. Harus pandai bicara, harus mendapat nilai A ketika ujian, dan harus aktif dalam berbagai kegiatan perkuliahan.  Terasa sangat berat sekali, saya sebagai mahasiswa merasa tidak bisa melakukan semua itu. Tetapi sepertinya saya salah, semua mahasiswa termasuk saya bisa melakukan itu apabila ada keinginan dan kemauan.

Berbicara mengenai keinginan dan kemauan setiap manusia pasti memilikinya.  Saya berani menjamin semua manusia yang hidup di bumi ini pasti memiliki keinginan dan kemampuan. Apabila kita kaitkan dengan perkataan seorang mahasiswa tadi, dia memiliki sebuah kemauan untuk bisa menjadi orang yang bisa dalam segala hal tetapi tidak ada dorongan untuk merealisasikannya maka bisa dikatakan mahasiswa tersebut sudah memiliki motif tetapi keberanian untuk bertindak belum ada atau yang disebut dengan tidak adanya motivasi.

Motivasi!!  Sepertinya menarik untuk diperbincangkan. Sebagai ilustrasi ketika lapar kita termotivasi untuk makan, dalam keadaan haus termotivasi untuk minum dan ketika ingin sukses termotivasi untuk berusaha untuk mencapai sebuah kesuksesan itu.  Dalam kaitannya dengan mahasiswa, terkadang mahasiswa seperti kehilangan motivasinya untuk belajar. Tidak dapat dipungkiri kejenuhan dan bosan selalu saja menghampiri mahasiswa. Jenuh dengan kegiatan perkuliahan, bosan dengan tugas-tugas yang mati satu tumbuh seribu, belum lagi hasil penelitian yang ditolak dosen, uang bulanan belum di-transfer orang tua, belum bayar kost, bendahara kelas terus-menerus menagih pembayaran buku dan sebagainya. Seakan-akan hidup ini begitu sulit dan rumit. Ah.. bosan, mati sajalah! (Astagfirullah)

Banyak faktor yang menyebabkan hilangnya motivasi seorang mahasiswa dalam belajar. Pertama, diantaranya seperti yang sudah disebutkan tadi, tetapi ada yang paling mendasar yang menyebabkan sebuah semangat dan motivasi hilang begitu saja yaitu pola pikir yang salah. Seorang mahasiswa yang gagal dalam kuliahnya karena dia memiliki pola pikir yang keliru. Dia merasa tidak pernah bisa dalam segala hal termasuk dalam belajar. Sebagai contoh, Kiko seorang mahasiswa yang merasa selalu dipandang sebelah mata oleh teman-teman dan dosen jadi dalam semua mata kuliah Kiko merasa yang paling bodoh di antara teman-temannya. Lalu dalam mata kuliah tertentu dalam pembelajarannya menggunakan metode diskusi, ketika teman-teman yang lain aktif berpendapat, bertanya, dan  berargumen. Kiko hanya diam tanpa berpartisipasi dalam diskusi tersebut karena dia merasa tidak bisa seperti teman-teman yang lain. Ingin bertanya atau berpendapat takut salah, walhasil Kiko hanya diam seribu bahasa di kelas. Menurut Anda apa yang salah dalam diri Kiko? Pola pikirnya. Kiko akan tetap menjadi Kiko yang yang dipandang sebelah mata apabila dia tidak merubah pola pikirnya. Dia selalu berpikiran negatif dan tidak mau berusaha untuk berpikir positif. Tidak ada yang salah dalam belajar, apabila terus-terusan takut salah tentu tidak akan pernah maju. Jadi hal pertama yang perlu dibenahi adalah internal individu masing-masing.

Kedua, lingkungan atau hal-hal yang berada di luar diri individu juga berpengaruh terhadap motivasi seseorang. Dalam diri sudah ada motivasi untuk berubah tetapi lingkungan yang tidak mendukung maka motivasi tersebut akan hilang kembali. Kita contohkan lagi, Kiko sudah mengubah pola pikirnya yang dulu selalu takut dalam bertindak sekarang mau memberanikan diri dalam bertindak misalnya berbicara dalam diskusi di kelas. Tetapi Kiko tetap belum bisa berani bicara di kelas. Apa yang menyebabkan Kiko masih takut? Jawaban yang paling masuk akal adalah lingkungan Kiko yang tidak mendukung. Teman-teman Kiko tidak memberi kesempatan kepada Kiko.  Tidak adanya dorongan dari teman-teman Kiko. Dari contoh tersebut dapat kita simpulkan, faktor eksternal  juga berpengaruh dalam hal motivasi. Jadi apabila ada yang menyatakan antara internal dan eksternal yang lebih dominan adalah internal maka dapat dikatakan pernyataan tersebut keliru. Tidak ada yang lebih dominan dalam motivasi, motivasi dari internal dan eksternal masing-masing memberi suatu keseimbangan. Apabila sudah mendapatkan motivasi dari dalam tetapi lingkungan yang tidak mendukung maka tidak akan muncul sebuah hasil. Jadi untuk kasus Kiko tadi, hal yang diperlukan Kiko adalah teman yang bisa mendorong dan memberi semangat bahwa apa yang tidak bisa selama kita mau berusaha. Dunia kuliah memang berbeda dengan dunia sekolah. Di mana tingkat individualitasnya lebih tinggi. Jadi Kiko harus benar-benar bisa menempatkan diri di antara teman-teman yang lain. Kiko yang memiliki masalah kehilangan motivasi bisa saja mencari teman-teman yang bisa memberi semangat karena memang tidak semua mahasiswa cuek terhadap temannya pasti ada mahasiswa yang peduli terhadap teman.  Selain dari teman, Kiko juga bisa meminta nasehat kepada dosen pembimbing akademik karena dosen pembimbing tidak hanya membimbing dalam hal akademik selebihnya juga bisa dijadikan tempat curahan hati dan meminta nasehat.

Dari dua faktor tadi, bagi Anda yang sedang krisis motivasi belajar tentu bisa mengerti apa yang salah selama ini. Oleh karena itu, jangan pernah cepat menyerah dan percayalah semua permasalahan pasti bisa teratasi apabila kita terus berusaha.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: