Marianaramadhani's Blog

Sebuah Sore

Angin bernyanyi dengan pasir

Gemerciklah yang terdengar

Angin bermain dengan ombak

Deburan indahlah yang mengalun

Angin bermain dengan tubuhku

Mengapa, aku tidak terbang?

Lama angin mengitari,

Semakin bosan aku menunggu

 

Aku coba untuk melangkah

Seiring jingga yang perlahan menyentuh birunya langit

Jejak dan bayangan perlahan menipis

Dijilat ombak

Ditelan angin

 

Lama aku berdiri, bergulat dengan angin

Tapi kau tidak terlihat

Kau telah melewatkan sore yang indah

Dan membiarkanku galau merindukanmu

Iklan
Tinggalkan komentar »

Cinta Manusia

Ketika matamu menatapku

Tak sedikitpun aku tahu

Apa yang telah kau baca

Dari sepasang mata

Dua buah alis

Sebuah hidung

Kedua belah pipi

dan juga bibirku

Bisikmu, aku mencintaimu!

 

Ketika matamu menatapku

Lagi-lagi aku tak tahu, apa yang menari-menari di dalam kepalamu

Sepasang mata tidak lagi memancarkan sebuah makna

Dua buah alis tak lagi hitam mengkilap

Sebuah hidung tak bertulang

Salah satu sisi dari pipi harus terkoyak, busuk, penuh darah

Dan bibir yang tak lagi merah merekah

Bisikmu, cinta adalah realita!

Setipis kertas, seringan kapas

Terbang melayang dengan lepas

 

Tak ada yang abadi

Hanya cinta-Mu tuhan kekal hingga nanti

Tinggalkan komentar »